Workshop And Awarding BlogVlog Jateng 2017

NinjaSS – Hai mas vroh… Workshop and awarding BlogVlog Jateng 2017 ini merupakan kelanjutan dari workshop dan gathering blog vlog otomotif Jateng di Gancik bulan September lalu. Acara ini diselenggarakan oleh main dealer Astra Motor Center Semarang. Lokasi yang dipilih kali ini adalah di Sukuh, lereng Gunung Lawu kabupaten Karanganyar. Seperti apa cerita serunya, silakan dinikmati.

Workshop And Awarding BlogVlog Jateng 2017


Isuzu Elf mania

Perjalanan Workshop and awarding BlogVlog Jateng 2017 di awali dari Kota Kretek Kudus oleh sesepuh blogger The_Meat Pantura mbah Yudi Batang bersama mas Gufron dan vlogger mas Fariz Wijaya. Mampir ke Semarang kota untuk menjemput kru Astra Motor Center Semarang, Saya dan mas Ari nyegat di Semarang atas. Perjalanan dilanjutkan menuju kota Salatiga menghampiri kumendan acara ini mas Danang.

Kemudian langsung tancap gas menuju Boyolali, di sana kita sudah ditunggu oleh seorang blogger yang baru naik daun berkat postingan helm Honda CRF150L yaitu mas Roby. Beliau ini merupakan karyawan dealer wing Boyolali yang mengantarkan motor kepada pelanggan dan kemudian membuat sebuah blog karena terinspirasi teman-teman sewaktu acara workshop pertama kali di Boyolali. Satu lagi blogger yang ahli dalam utak atik software yaitu mas Nugroho dari Pengging, Boyolali.

Cuss… ke bandara Adi Sumarmo Solo untuk menjemput sang artis blogger kondang kang Iwan Banaran, ternyata sudah ditemani oleh mas Very. Setelah itu kita sarapan dulu makan nasi pecel khas Solo, lauknya banyak banget vroh, ambil secukupnya lalu santap.

sarapan nasi pecel Solo

Setelah kenyang kita tancap gas lagi untuk men cyduck blogger otomotif nyrempet banyak, siapa lagi kalau bukan kang Eko 2nd di Karanganyar. Peserta sudah komplit langsung capcus menuju TKP, jalanan khas pegunungan, naik dan berliku plus tidak lebar. Awalnya agak ketar ketir juga vroh, tapi sepertinya kita memiliki driver yang handal dan sudah punya jam terbang tinggi. Ketika melibas tanjakan terjal pun eces dan tanpa kendala, sebenarnya ngeri juga sudut kemiringannya vroh.

Ketika kita akan menuju lokasi tubing, tiba-tiba mas Danang kurang enak badan dan membutuhkan perawatan. Sebenarnya saya sudah mengusulkan bagaimana kalau acara bermain dengan alam ditunda saja karena kreator acara sedang tidak fit, tapi “show must go on” ya sudah saya ikut saja. Kemungkinan besar mas Danang sedang tidak dalam kondisi yang prima karena kecapekan dan cuaca yang tidak bagus.

persiapan tubing

Terus terang awalnya saya itu gak ngerti apa itu tubing, wis pokoke ngikut aja. Setelah sampai ke Senatah tubing, saya baru tau apa itu yang dinamakan tubing. Istilah gampangnya ya naik ban karet yang berukuran besar dan mengarungi sungai dengan arus agak deras. Ban ini sudah dimodifikasi sedemikian rupa supaya aman untuk dinaiki, di ikat 5 buah dan yang paling ujung adalah instruktur tubing. Orang paling depan bertugas untuk mengendalikan arah ban ketika mengarungi sungai dan yang belakang bertugas sebagai pengereman atau penyeimbang.

Yang ngeri itu adalah batu-batu besar yang ada di sungai tersebut, batu pegunungan itu besar dan keras vroh, kira-kira kalau kebentur ya lumanyun rasanya. Tak apalah saya tetap beranikan ikut, walaupun agak ngeri-ngeri gimana gitu, cari pengalaman lah.

nikmati aja

Awal start ternyata enak juga, eh begitu melihat ke depan arusnya makin kenceng plus bebatuan terjal, jadi agak merinding nih. Sesuai pesan instruktur, kita tidak boleh panik, ikuti seperti air mengalir karena kalau panik kita malah bisa terjatuh ke dalam air atau bahkan terbentur batu. Rasanya itu lebih menegangkan dari pada naik roller coaster, kita tidak boleh berpegangan pada tali ban sebab malah berbahaya dan beresiko. Wis pokoke sing penting yakin! Tapi suer deg-deg annya itu melebihi ketimbang nge~kips bersama foging pistun, kalau naik motor kendali penuh berada di tangan kita. Kalau tubing, kita yang harus mengikuti arus, wis pokoke pasrah dan sedikit menyeimbangkan saja.

Semakin lama semakin terjal, beberapa kali p*nt*t saya kehantam batu yang ada di dasar sungai, syemm…rasanya lumayan juga. Nah supaya gak kehantam lagi, posisi saya harus agak rebah lagi, kalau agak duduk pasti tidak aman nih. Eh ternyata benar juga, jadi lebih nyaman walaupun tetap dag dig dug 😆

jangan panik, ini piknik

Orang yang di depan dan di belakang (mas Verry) sempat jatuh saat melewati jalur yang ekstrem. Mungkin karena agak panik jadi malah jatuh, saya aman vroh 😀 . Yang tadinya mendebarkan, akhirnya malah menjadi menyenangkan loh! Gak terasa sudah 45 menit dan kita sampai di finish dengan selamat.

narsis dulu

Begitu sampai finish malah pada bilang enak ya, pengen nambah lagi. Tapi kita kan juga masih ada jadwal yang lain, akhirnya kita sudahi petualangan ini. Eits tapi cerita belum berakhir, tadi enak kan menikmati aliran sungai? Nah baliknya kita harus naik ke atas jalan kaki, yah cukup lumanyun juga lah karena harus melalui 140 anak tangga. Mas Gufron kaki nya sampai kram dan mas Verry ngos-ngos an 😆 .

Di atas kita sudah ditunggu oleh mobil bak terbuka dengan cc kecil, kalau di daerah saya namanya truntung. Diantar sampai ketempat semula, bersih-bersih, ganti baju, ngeteh anget dan makan gorengan sambil ngobrol. Berhubung waktu sudah agak sore, lalu kita kembali menuju Sukuh cottage.

Suasana sore hari di lereng Gunung Lawu ini benar-benar menyenangkan, hawa nya yang dingin, pemandangan yang indah serta sedikit berkabut menambah suasana jadi syahdu. Suasana seperti ini paling enak untuk ngobrol sharing-sharing ditemani oleh secangkir kopi dan sebungkus rokok. Kimochi……
Acara inti dari workshop and awarding BlogVlog Jateng 2017 adalah malam hari, sepertinya harus saya buat terpisah supaya lebih enak dan fokus karena tulisan ini sudah terlalu panjang.

Salam foging pistun motor teknologi jadul bin ngebul tapi gak ngibul.

About SemarMoto 749 Articles
AUTOMOTIVE NEWS | REVIEW | SHARING

6 Komentar

1 Trackback / Pingback

  1. Pelajaran Berharga Dari Acara Workshop And Awarding BlogVlog Jateng 2017 | Warung Papan Triplex

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*