Cara Mengatasi Mesin Overheat Honda Verza 150




SemarMoto – Cara mengatasi mesin overheat Honda Verza 150.
Hai mas vroh… Mengalami masalah mesin overheat itu cukup menjengkelkan, apalagi kalau kita sedang ada urusan dan waktunya mepet. Dulu saya sudah pernah menceritakan pengalaman pribadi mengalami mesin mati pada Honda Verza 150. Beberapa kali pembaca warung ini yang kurang puas terhadap tulisan tersebut dan tanya solusi mengatasi mesin overheat. Pada coretan kali ini akan saya bahas cara mengatasi mesin overheat Honda Verza 150.

Terus terang dulu saya memang mengalami masalah mesin mati saat memakai Honda Verza tidak hanya sekali atau dua kali. Jika motornya pakai water coolant sih enak, bisa kelihatan apakah radiator dirawat atau tidak tapi kalau air cooled agak susah dicari penyebabnya. Kenapa? Pada umumnya jika mesin motor mengalami loss compretion atau kehilangan kompresi, saat menghidupkan pakai engkol starter tidak ada tendangan baliknya. Lha waktu itu tetap berat di selah, malah sampai kaki pegel dan keringetan.

Flashback nya sudah cukup, sekarang kita fokus berdiskusi bagaimana cara mengatasi mesin overheat Honda Verza 150. Verza adalah sebuah motor yang bisa diajak kerja keras karena menurut saya motor ini irit sekali konsumsi bbm nya. Nah karena settingan default nya yang terlalu irit itulah salah satu faktor penyebab mesin mengalami overheat atau sering mati. Ibaratnya sampean disuruh ngaduk semen tapi cuma dikasi minum sedikit bingit, lama-lama pasti semaput 😆 . Terus solusinya bagaimana?

Solusi Mengatasi Mesin Overheat Pada Honda Verza 150

• Beli Piggyback.
Supaya mesin motor tidak cepat panas yaitu dengan cara sedikit memboroskan semprotan bahan bakar ke ruang mesin. Waktu itu saya sudah minta kepada mekanik Damang Motor untuk bikin lebih boros sedikit bbm nya pakai diagnostic tools. Lalu dijawab “lha emang karburator bos, tinggal diborosin, ini injeksi ada control electronic nya”. Lha terus itu diagnostic tools buat apa? Alat ini kan hanya untuk mendeteksi apa ada kerusakan atau malfungsi, bukan untuk memanipulasi. Karena saya rasa harga piggyback terlalu mahal, tidak worthed di kantong, gak jadi deh.

• Tunggu mesin dingin.
Nah kalau mau solusi murah meriah tanpa keluar biaya ya pakai cara yang satu ini. Ketika Honda Verza mengalami overheat, tunggu aja sampai suhu mesin dingin baru buat jalan lagi. Ya itu kalau tidak sedang buru-buru atau santai, lha kalau mogoknya malam hari ditempat sepi? Saya ogah deh, daripada terjadi hal yang tidak diinginkan?

• Tetesin oli ke lubang busi.
Ada yang bilang ketika mengalami loss compretion atau kehilangan kompresi, teteskan sedikit oli ke lubang busi. Cara seperti ini bisa dicoba asalkan saat itu membawa kunci busi atau kunci ring yang seukuran busi terus di engkol.

• Turunkan kompresi.
Alat yang dibutuhkan adalah packing blok silinder, beli saja di bengkel umum, kalau di bengkel resmi biasanya harus 1 set. Harganya sih tidak mahal, yang mahal itu ongkos bongkar pasangnya. Kan harus bongkar silinder untuk memasangnya, dan cukup ribet menurut saya.

• Ganti oli mesin.
Apabila mas vroh masih pakai oli mesin standar, saya sarankan ganti oli nya dengan yang lebih bagus. Kalau saya pakai oli mesin yang viscositas nya lebih kental dan lebih bagus jadi suhu mesin tidak cepat panas. Mau pakai oli apa terserah sih, sebab oli mesin itu cocok-cocokan. Kalau saya jangan ditanya ya! Nanti dikira ngajari jelek 😆 .

Pertamina Fastron Diesel

Nah itulah beberapa cara mengatasi mesin overheat Honda Verza 150. Silakan dicoba mana yang sekiranya paling sreg, kalau saya pakai cara yang terakhir dan lumayan efektif. Semoga coretan sederhana ini dapat bermanfaat bagi mas vroh semua, apabila ada tambahan silakan tulis di kolom komentar.

Salam foging pistun motor teknologi jadul bin ngebul tapi gak ngibul.

8 Komentar

  1. Emang semua yg pake verza penyakitnya sama overheat ada yg lebih paten solusinya tapi pas dikantong kasih tahu dong

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.