Data AISI 2017, Siapa Penguasa Market Share Di Indonesia?

Data AISI

SemarMoto РData AISI 2017.
Akhirnya data AISI 2017 atau yang biasa dikenal dengan data pendistribusian motor telah keluar. Menurut sumber detik.com, data AISI 2017 ini merupakan jumlah total pendistribusian motor dari Januari-Desember 2017. Mari kita lihat bersama-sama rincian data AISI 2017, siapa penguasa market share di Indonesia?

Total Data Distribusi Motor (Januari-Desember) 2017


BrandDistribusiPersentase
Honda4.385.88874,50%
Yamaha1.348.21122,90%
Kawasaki78.6371,33%
Suzuki72.1911,22%
TVS1.1760,01%
Total5.886.103100%

Menurut Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia, Honda tercatat telah terdistribusi sebanyak 4.385.888 unit (74,50%). Yamaha terdistribusi sebanyak 1.348.211 unit (22,90%), Kawasaki sejumlah 78,637 unit (1,33%). Suzuki tersalurkan 72.191 unit (1,22%) dan TVS cuma 1.176 unit (0,01%).

Terus terang saya tidak bisa membayangkan dalam kurun waktu satu tahun telah terdistribusi sepeda motor sebanyak 5.886.103 unit. Terus kalau dihitung jadi duit udah berapa ya? Sudah deh yang pasti nol nya banyak pakai bingit, gak heran bisnis dunia otomotif itu sangat menggiurkan. Dari perang secara produk, perang promosi, kasar maupun halus dilancarkan baik di dunia nyata atau dunia digital.

Dari data AISI 2017 dapat dilihat bahwa PT. Astra Honda Motor telah menjadi penguasa market share tahun 2017. Dengan pemasukan yang sangat banyak, kekuatan finansial mereka sangat kokoh, mau model apapun hayuk. Bisa dikatakan selama 3 tahun terakhir hanya Honda yang stabil grafiknya, sedangkan Yamaha, Kawasaki, Suzuki dan TVS menurun. Hasil ini tentunya tidak dicapai dengan mudah, kerja keras, konsistensi, perbaikan di berbagai lini dilakukan dengan serius.

Gelontoran produk, pelayanan dan promosi yang tak pernah surut akhirnya menuai hasil yang baik. Sayang rival terdekat Honda semakin tahun malah semakin menurun, dari segi performa dan yang lainnya. Produk baru memang tidak sedikit yang dikeluarkan tapi seakan kurang menuai hasil penjualan yanag memuaskan. Terutama pada pelayanan dan promosi, kasus upping price plus beberapa masalah yang melanda. Penanganan mereka lamban, ditambah aktifitas penggiat dunia digital yang malah merugikan mereka sendiri. Tidak perlu saya jabarkan di sini karena tidak ada untungnya buat saya, silakan lihat sendiri sepak terjang mereka.

Bagaimana dengan Kawasaki? Pabrikan ini dari dulu masih tetap sama, prinsip jualan mereka “laku syukur, enggak juga gak masalah”. Kalau Suzuki sendiri? Penurunan distribusi yang drastis pada tahun 2016 silam membuat mereka sadar dan segera berbenah. Tahun 2017 mereka berusaha bangkit, usaha yang bagus tapi ada yang berusaha menjegal secara halus, wajar vroh dalam dunia bisnis.

 

Sekian coretan sederhana mengenai data AISI 2017, data distribusi motor dalam kurun Januari-Desember. Bagaimanakah pertempuran yang akan terjadi pada tahun 2018 ini? Sepertinya bakal semakin seru dan panas. Apabila ada kekurangan dan tambahan, bisa dituliskan pada kolom komentar.

Salam foging pistun motor teknologi jadul bin ngebul tapi gak ngibul.

About SemarMoto 511 Articles

AUTOMOTIVE NEWS | REVIEW | SHARING

Be the first to comment

Tinggalkan Jejakmu Disini