Puluhan Milyar Harus Dibayar Honda Dan Yamaha Karena Kasus Kartel Skutik




kasus kartel skutik

SemarMoto – Hai mas vroh… Masih ingat mengenai kasus kartel skutik yang menjerat Honda dan Yamaha? Kasus kartel skutik yang terjadi pada tahun 2013-2014 dan diangkat oleh KPPU kini tinggal menunggu putusan MA. Pada bulan Desember 2017 Honda dan Yamaha mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, tapi sampai sekarang belum selesai juga.

Kasasi ke Mahkamah Agung terpaksa dilakukan oleh Honda dan Yamaha. Sebab permohonan pembatalan putusan yang dikeluarkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Direktur Penindakan KPPU, Gopprera Panggabean, mengatakan. “Kasus kartel skutik yang melibatkan Yamaha dan Honda belum berakhir. Saat ini, pihaknya masih menunggu putusan dari Mahkamah Agung”.

Menurut Gopprera Panggabean, bila putusan MA nantinya menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Maka kedua pabrikan tersebut harus membayar sanksi administrasi yang telah ditentukan. Denda yang diputuskan KPPU terkait kasus kartel skutik yang menyeret Honda dan Yamaha nilainya cukup lumayan. Yamaha harus membayar Rp25 miliar, dan Honda sebesar Rp22,5 miliar.

“Putusan MA itu kan bersifat inkrah (berkekuatan hukum tetap), Yamaha dan Honda harus membayar sanksi administrasi. Bila tidak menjalani putusan MA, maka keduanya akan dilaporkan ke kepolisian, supaya masalah ini cepat selesai”. kata Gopprera.

Honda dan Yamaha bisa mengajukan PK (peninjauan kembali), tetapi keputusan MA itu berkekuatan hukum tetap. Jadi Honda dan Yamaha harus segera membayar sanksi administrasi tersebut. Gopprera menegaskan, bila tak menjalani putusan Mahkamah Agung, maka keduanya berpotensi dilaporkan ke kepolisian. Upaya ini bertujuan, agar perkara tersebut cepat selesai.

Wah lumayan juga yah nominal yang harus dibayar Honda dan Yamaha terkait ini? sekian informasi mengenai Honda dan Yamaha yang terseret kasus kartel skutik.

Salam foging pistun motor teknologi jadul bin ngebul tapi gk ngibul.

13 Komentar

  1. Bayar segitu aja sih ga akan rugi. Hasil jualan harga markup pake strategi kartel dikurangin 20 milyaran masih balik modal & ada profit.

    Pertanyaannya yg paling dirugikan dari jualan cara kartel itu siapa? Konsumen atau siapa? Lantas uang denda ganti ruginya dikasihkan ke siapa? Ke konsumen yg kmrn dah beli motor kemahalan atau bukan?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.