Aneh! Ini Alasan Pertamina Menaikkan Harga BBM Mulai 1 Juli 2018




Alasan Pertamina Menaikkan Harga BBM Mulai 1 Juli 2018

SemarMoto – Hai mas vroh… Berita mengenai kenaikkan harga BBM (bahan bakar minyak) non subsidi per 1 Juli 2018 ternyata sungguh ramai. Banyak reaksi yang bermunculan di media sosial, ada yang mendukung dan ada yang mencaci. Alasanya tentu saja karena PT. Pertamina tidak memberikan pengumuman dulu sebelum menaikkan harga bbm per 1 Juli 2018. Setelah menuai banyak protes akhirnya pada tanggal 1 Juli 2018 jam 18.00 PT. Pertamina mengeluarkan pernyataan resmi tentang alasan Pertamina menaikkan harga BBM mulai 1 Juli 2018.

Awalnya banyak yang tidak percaya dengan artikel saya mengenai daftar harga bbm Juli 2018. Beberapa ada yang menyebut bahwa informasinya tidak valid, ada juga yang mengira bermuatan politik. Lah padahal alasan saya membuat berita tersebut kan supaya para pembaca tau. Akhirnya terbukti kan bahwa artikel saya tersebut benar alias tidak hoax? Sudahlah yang itu tidak perlu dibahas, sekarang kita cari tau mengapa PT. Pertamina menaikkan harga bbm non subsidi mulai 1 Juli 2018.

Alasan Pertamina Menaikkan Harga BBM Mulai 1 Juli 2018

“Penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex. Merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik. Dimana saat ini harga minyak dunia rata-rata mencapai 75 dolar per barel. Bahan baku BBM adalah minyak mentah, tentunya ketika harga minyak dunia naik akan diikuti dengan kenakan harga BBM”. Ungkap Adiatma Sardjito sebagai Vice President Corporate Communication Pertamina.

Alasan menaikkan harga bbm mulai 1 Juli 2018 diperkuat PT. Pertamina sebagai badan usaha, dengan mengacu pada Permen ESDM No. 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM. Atas ketentuan tersebut, maka Pertamina menetapkan harga Pertamax untuk wilayah DKI Jakarta Rp 9.500/liter, sementara Pertamax Turbo Rp 10.700/ liter. Sedangkan untuk Dex Series, ditetapkan harga Pertamina Dex Rp 10.500/liter, dan Dexlite Rp 9.000/liter.

Untuk daerah Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Gorontalo harga Pertamax diturunkan. Pada bulan Juni 2018 harga Pertamax di Provinsi Maluku Rp 10.250/liter, Maluku Utara Rp 11.750. Provinsi Papua Rp 11.050 dan Papua Barat Rp 11.550. Dan mulai per 1 Juli 2018 harga Pertamax di wilayah tersebut disamaratakan menjadi Rp 9.700/liter. Hal ini dimaksudkan utk mendorong penggunaan BBM berkualitas dan disesuaikan dengan daya beli Masyarakat.

Alasan Pertamina Menaikkan Harga BBM Mulai 1 Juli 2018 Kok Janggal?

Dari pernyataan di atas mengenai alasan pertamina menaikkan harga BBM mulai 1 Juli 2018 menurut saya ada yang janggal. Sekarang coba dibaca lagi vroh secara teliti dan seksama. Pada awal pernyataan dikatakan kenaikan harga bbm per 1 Juli 2018 karena harga minyak mentah dunia naik. Tapi kenapa harga pertamax di Provinsi Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat diturunkan? Kalau pandangan orang awam, jika harga bahan baku naik tentu harga jual naik itu wajar. Tapi kenapa harga di 4 Provinsi tersebut diturunkan sebesar Rp 550-1.850/liter? Bukankah seharusnya juga ikut naik?

Silakan direnungkan dan didiskusikan apakah alasan Pertamina menaikkan harga bbm mulai 1 Juli 2018 relevan dan konsisten sesuai pernyataan? Bagi saya yang kurang pintar ini koq gak nyampai ya, hitungannya bagaimana? Turunnya lumayan loh! Kalau menurutmu bagaimana?

Salam foging pistun motor teknologi jadul bin ngebul tapi gak ngibul.

12 Komentar

  1. padahal dari harga minyak itu turun lek… turun 1 dollar perbarel. klo alasan naik ya mungkin pertamina beli barang kadaluarsa lek… dari brent crude ama nymex turun hampir 1 dollar..

    biasa mau pemilu kantung suara di daerah timur gak bisa di pandang sebelah mata…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.